Kesehatan

Faktor Penyebaran, Proses Penyebaran dan Gejala Difteri

Image result for gejala difteri

Difteri diambil dari Corynebacterium diphteriae yaitu bakteri penyebab difteri, penyakit yang menyerang tenggorokan dan hidung ini telah merenggut banyak nyawa, di Indonesia sendiri tercatat dari tahun 2011 hingga tahun 2016 sudah ada 3350 an lebih orang positif terinveksi difteri dan sekitar 110 orang diantaranya meninggal dunia dengan gejala difteri yang berbeda-beda.

Dalam ranking dunia Indonesia sendiri berada di posisi ke dua pengidap difteri terbanyak setelah India, isu difteri memang tidak habis dibahas, bahkan saaat kemarin perhelatan Asian Games 2018 masalah difteri menjadi populer kembali setelah adanya berita yang menyatakaan adanya penyebaran penyakit difteri pada beberapa atlet yang berlaga di Asian Games.

Dari dulu pemerintah memang sudah melakukan upaya konkrit dalam menanggulaangi masalah dari penyakit difteri ini sendiri yaitu melakukan imunisasi secara gratis di berbagai tempat pelayanan, seperti puskesmas, sekolah-sekolah, bahkan sampai ke desa dan kampung-kampung terpencil. Mereka juga menghimbau keras supaya para orang tua melakukan imunisaasi kepada anaknya agar tidak terserang difteri di kemudian hari.

Hasil survey penelitian menyatakan bahwa pengidap penykit difteri jarang melakukan imunisasi bahkan tidak melakukannya sama sekali dari bayi, padahal tindakan ini sangat berbahaya jika sudah terjangkit dan tidak jarang mengakibatkan kematian.

Jadi berapa kali kita harus imunisasi sebelum terjangkit penyakit difteri ?

Imunisasi dilakukan tiga kali pada tahun pertama anak yang yang baru lahir yaitu saat berusia 2, 3, dan 4 bulan selanjutnya usia 5 tahun, 7 tahun, dan 10 tahun.

Jika anda sudah dewasa belum imunisasi dan belum terjangkit penyakit difteri, anda jangan kawair karena anda dapat imunisasi sekarang dan dapat diulang setiap 10 tahun sekali kemudian.

Faktor Penyebab Difteri :

  • Tidak melakukan imunisasi atau vaksinasi DT
  • Lokasi tempat tinggal yang kumuh
  • Adanya gangguan sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh misalkan HIV/AIDS
  • Daya tahan tubuh rendah
  • Tinggal di pemukiman yang padat penduduk dan tidak steril

Setelah faktor penyebab ada pula ciri-ciri atau gejala awal dari penyakit difteri yang sering dan umum tetapi tidak diketahui oleh banyak orang misalkan :

  • Adanya kelenjar krak putih menempel pada amandel, hal ini yang paling bisa menunjukkan orang tersebut terindikasi difteri
  • Naiknya suhu tubuh (demam)
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk
  • Perasaan cemas
  • Kesulitan menelan makanan
  • Pilek ataupun ngileran
  • Sesak nafas
  • Pembengkakan pada kelenjar leher
  • Kesulitan berbicara

Setelah mengetahui penyebab dan ciri-ciri tidak adil jika tidak membahas proses penyebarannya

Faktor penyebaran penyakit difteri

  • Kontak fisik langsung dengan si penderita, misalkan bergandengan, bersalaman, berpelukan, ataupun berciuman
  • Pemakaian peralatan umum secara bergantian, misalkan pemakaian alat makan dan minum, pemakaian handuk, mainan, dan lainnya
  • Penularan melalui udara yang bercampur liur dari penderita difteri misalkan saat menguap, bersin, ataupun batuk, ini adalah penyebaran yang paling dikhawatirkan karena cakupan penyebarannya yang cepat dan luas
  • Berbicara tanpa menggunakan masker

Secara medis inkubasi atau pertumbuhan infeksi difteri terjadi 4 sampai 5 hari.

Jika terlanjur anda sudah terjangkit difteri maka segera hubungi dokter sehingga cepat mendapatpertolongan medis, tetapi jika anda tidak sempat ke dokter maka sebaiknya anda membeli antibiotik sebagai menghambat peenyebaran penyakit difteri.

Dan ketika anda juga tidak sempat keluar rumah untuk berobat, maka hal yang bisa dilakukan adalah :

  • Beristirahat total misalnya tidur
  • Menyendiri di suatu ruangan supaya tidak menular ke orang-orang terdekat anda

Sudah mengetahui informasi tentang difteri? Mulai dari sekarang cobalah untuk selalu hidup sehat dan bersih serta mengikuti tips-tips diatas, semoga bermanfaat.

Related posts

Leave a Comment