Kesehatan

Pengertian Delirium Secara Medis, Biar Gak Bingung

Pengertian delirium secara umum adalah kebingungan mental yang sering disertai dengan halusinasi. Karena gejala delirium dan demensia dapat serupa, mungkin penting bagi Anda untuk mendapatkan informasi lebih tentang hal ini.

Delirium adalah gangguan fungsi mental yang tiba-tiba, berfluktuasi, menyebabkan kebingungan, disorientasi, dan tidak mampu berpikir atau mengingat dengan jelas. Seringkali bersifat sementara dan dapat diobati. Delirium adalah kondisi mental yang abnormal, tapi bukan penyakit.

Delirium biasanya menunjukkan masalah serius pada serangan awal. Gangguan ini bisa muncul pada usia berapa pun, tetapi lebih sering terjadi pada orang tua, khususnya penghuni panti jompo. Sedangkan pada orang muda biasanya terkait dengan penggunaan narkoba atau gangguan yang mengancam jiwa.

Seseorang yang mengalami delirium membutuhkan perhatian medis segera. Jika penyebabnya diidentifikasi dan diperbaiki dengan cepat, delirium dapat disembuhkan.

Meskipun delirium dan demensia sama-sama mempengaruhi fungsi mental dan bisa sangat sulit dibedakan, namun keduanya adalah gangguan yang berbeda. Faktanya, delirium sering terjadi pada penderita demensia. Namun, memiliki delirium tidak selalu berarti seseorang menderita demensia.

Demensia adalah kemunduran memori yang progresif dan keterampilan berpikir lainnya karena disfungsi bertahap dan hilangnya sel-sel otak, misalnya lupa menaruh dompet, lupa janji, dll. Penyebab paling umum dari demensia adalah penyakit Alzheimer. Beberapa perbedaan antara delirium dan demensia adalah:

  • Delirium dimulai secara tiba-tiba dan seringkali memiliki momen awal yang tidak pasti. Sementara demensia biasanya dimulai dengan gejala yang relatif kecil dan secara bertahap menjadi lebih buruk seiring waktu.
  • Pengertian delirium adalah penderitanya mengalami penurunan konsentrasi atau perhatian. Sedangkan demensia tahap awal akan mengubah ingatan.
  • Timbulnya gejala delirium dapat berfluktuasi secara signifikan dan sering sepanjang hari. Sementara orang dengan demensia bisa memiliki waktu yang lebih baik atau lebih buruk dalam sehari (tidak pasti).

Para ahli telah mengidentifikasi tiga jenis delirium berikut:

  • Delirium Hiperaktif

Delirium hiperaktif adalah yang paling mudah dikenali karena gejalanya paling jelas. Penderita akan menunjukkan tanda-tanda seperti gelisah yang berlebihan, agitasi, perubahan suasana hati yang cepat, dan halusinasi.

  • Delirium Hipoaktif

Kebalikan dari delirium hiperaktif, delirium hipoaktif membuat penderitanya lebih banyak diam dan seolah tenang. Delirium hipoaktif membuat aktivitas motorik berkurang, seperti lebih bermalas-malasan, kantuk abnormal, atau sakit kepala ringan.

  • Delirium Campuran

Sesuai namanya, delirium campuran menunjukan tanda dan gejala delirium hiperaktif dan hipoaktif. Pasien dengan cepat beralih dari keadaan hiperaktif menjadi hipoaktif dan sebaliknya.

Apa yang menyebabkan delirium? Ada banyak masalah berbeda yang dapat menyebabkan delirium. Beberapa penyebab paling umum termasuk:

  • Alkohol atau obat-obatan
  • Dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit
  • Demensia
  • Rawat inap: terutama dalam perawatan intensif
  • Infeksi: infeksi saluran kemih, pneumonia dan influenza
  • Efek samping dari obat, seperti obat penenang atau opioid, atau bisa juga setelah obat dihentikan
  • Gangguan metabolisme
  • Insufisiensi organik, seperti gagal ginjal atau hati
  • Keracunan
  • Penyakit serius
  • Nyeri parah
  • Kurang tidur atau tekanan emosional yang parah
  • Reaksi terhadap anestesi setelah operasi bedah
  • Gangguan medis, seperti stroke, serangan jantung, memburuknya penyakit paru-paru atau hati, atau cedera jatuh
  • Demam dan infeksi akut, terutama pada anak-anak
  • Efek racun dari karbon monoksida, sianida atau racun lainnya

Setelah mengetahui pengertian delirium secara jelas, untuk membantu delirium pada lansia yang dirawat di rumah sakit, keluarga dapat meminta kolaborasi staf rumah sakit dalam aspek-aspek berikut:

  • Mendorong pasien untuk bergerak secara teratur
  • Menempatkan jam dan kalender di dalam ruangan
  • Meminimalkan gangguan dan kebisingan di malam hari
  • Memastikan pasien makan dan minum secukupnya

Related posts

Leave a Comment